Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan, diantaranya:
Tabel 2.1. Tipe Data
Tipe Data Tambahan, yang dimiliki oleh Borland C++, adalah :
Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.
Tabel 2.2. Tipe Data Tambahan Tambahan
2.2. Konstanta
Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
- Konstanta Bilangan
- Konstanta Teks
A. Konstanta Bilangan
Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain:
1. Konstanta Bilangan Bulat (Integer).
Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan.
Contoh : 1, 2, 3, 100
2. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point )
Konstanta Floating Point, mempunyai bentuk penulisan, yaitu :
- Bentuk Desimal ( contoh : 5.57 )
- Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4.22e3 4.22 x 103 )s
3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision )
Konstanta Double Precision, pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point, tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar.
B. Konstanta Teks
Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok, antara lain;
1. Data Karakter (Character).
Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ), angka, notasi atau simbol.
Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain.
2. Data Teks (String).
Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ).
Contoh : “Virusland”, “Jakarta”, “AMIK BSI”, “Y” dan lain-lain.
C. Deklarasi Konstanta
Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const.
Bentuk penulisannya :
Contoh: const x = 89;
const float phi = 3.14;
2.3. Variabel
Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program.
Dalam pemberian nama variabel, mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain :
1. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih).
2. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika.
Variabel, dibagi menjadi dua jenis kelompok, yaitu :
- Variabel Numerik
- Variabel Teks
A. Variabel Numerik
Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam :
1. Bilangan Bulat atau Integer
2. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point.
3. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision.
B. Variabel Text
1. Character ( Karakter Tunggal )
2. String ( Untuk Rangkaian Karakter )
C. Deklarasi Variabel
Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut.
Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel, seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( ; ).
Tabel 2.3. Deklarasi Variabel
Bentuk penulisannya :
Contoh :
Deklarasi char nama_mahasiswa[20];
char grade;
float rata_rata ;
int nilai;
2.4. Perintah Keluaran
Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++, diantaranya adalah :
- printf( )
- puts( )
- putchar( )
- cout( )
2.4.1 printf( )
Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar.
String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan.
Argumen ini dapat berupa variabel, konstanta dan ungkapan.
Tabel 2.4. Penentu Format Printf( )
Contoh-1
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
char nama =”dita”;
int nilai = 100;
clrscr( );
printf(“hai %s, Kamu mendapatkan Nilai %i” , nama, nilai);
}
Gambar 2. 1 Hasil Contoh 1
a. Penggunaan Penentu Lebar Field
Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan, tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. Berikut bentuk penulisannya:
Contoh-2
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
float a1=87.5, a2=77.50;
clrscr( );
printf("Nilai Tugas 1: %2f \n",a1);
printf("Nilai Tugas 2: %2f ",a2);
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah:
Gambar 2. 2 Hasil Contoh 2
Contoh-3
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
float a1=87.5, a2=77.50;
clrscr();
printf("Nilai Tugas 1: %2.2f \n",a1);
printf("Nilai Tugas 2: %2.2f",a2);
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, jika menggunakan penentu lebar field adalah
Gambar 2. 3 Hasil Contoh 3
b. Penggunaan Escape Sequences.
Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar).
Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain :
Tabel 2.5. Escape Sequences
Contoh-4
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main( )
{
char nama1[10]="Dita",nama2[10]="Ani",nama3[10]="Fitri";
float a = 88.5, b = 90.8, c = 98.2;
clrscr( );
printf("%8s\t %7s\t %8s ", nama1,nama2,nama3);
printf("\n%8.2f \t %8.2f \t %8.2f ", a,b,c);
getch( );
}
Gambar 2. 4 Hasil Contoh 4
2.4.2. puts( )
Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf(), yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. puts( ) berasal dari kata PUT STRING.
Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah :
Tabel 2.6. Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string
Contoh-5
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char nama[5] = "BSI";
clrscr();
puts("Anda Kuliah di ");
puts(a);
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-5 diatas adalah :
Gambar 2. 5 Hasil Contoh 5
2.4.3. putchar( )
Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.
Contoh-5
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main( )
{
clrscr( );
putchar('B');
putchar('S');
putchar('I');
putchar('-');
putchar('2');
putchar('0');
putchar('0');
putchar('9');
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-6 diatas adalah :
Gambar 2. 6 Hasil Contoh 6
2.4.4. cout
Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. Untuk menggunakan fungsi cout ini, harus menyertakan file header iostream.h .
Contoh-7
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main( )
{
int jumbar1=150, jumbar2=23;
clrscr( );
cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1;
cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-7 diatas adalah :
Gambar 2. 7 Hasil Contoh 7
2.4.5. Fungsi Manipulator
Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar, untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip.h . Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++, antara lain.
- endl
- end
- flush( )
- dec( )
- hex( )
- oct( )
- setbase( )
- setw( )
- setfill( )
- setprecision( )
- setosflags( )
Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator, diantaranya:
a. endl
endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.h .
Contoh-8
# include<stdio.h>
# include<conio.h>
# include<iostream.h>
main( )
{
char nim[9]="12098890", nama[15]="Andi";
char alamat[20]="Jakarta Selatan";
clrscr( );
cout<<"Nim :"<<nim<<endl;
cout<<"Nama :"<<nama<<endl;
cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-8 diatas adalah :
Gambar 2. 8 Hasil Contoh 8
b. ends
ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.h .
Contoh-9
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main( )
{
int a, b, c, d;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai A : "; cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B : "; cin>>b;
c = a % b;
d = a * b;
cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends;
cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-9 diatas adalah :
Gambar 2. 9 Hasil Contoh 9
c. dec, oct dan hex
dec, oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10), oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). File header yang harus disertakan adalah file header iomanip.h .
Contoh-10
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int nilai = 320;
clrscr( );
cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl;
cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl;
cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl;
cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-10 diatas adalah:
Gambar 2. 10 Hasil Contoh 10
d. setprecision( )
Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ), file header yang harus disertakan adalah file header iomanip.h .
Contoh-11
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
float a,b,c;
a = 25.23;
b = 12.54;
clrscr( );
c = a * b;
cout<<setiosflags(ios::fixed);
cout<<setprecision(1)<<c<<endl;
cout<<setprecision(2)<<c<<endl;
cout<<setprecision(3)<<c<<endl;
cout<<setprecision(4)<<c<<endl;
cout<<setprecision(5)<<c<<endl;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-11 diatas adalah:
Gambar 2. 11 Hasil Contoh 11
e. setbase( )
setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal, Decimal dan Hexadecimal. File header yang harus disertakan file header iomanip.h .
Bentuk penulisannya :
setbase(base bilangan);
Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan, yaitu :
• Octal = basis 8
• Decimal = basis 10
• Hexadecimal = basis 16
Contoh-12
//Penggunaan Manipulator setbase()
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int a = 250;
clrscr( );
cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n";
cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl;
cout<<"----------------------------"<<"\n";
for(a=250;a<=260;a++)
{
cout<<setbase(10)<<a<<" ";
cout<<setbase(8)<<a<<" ";
cout<<setbase(16)<<a<<endl;
}
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-12 diatas adalah:
Gambar 2.12. Hasil Contoh-12
f. setw()
setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel. File header yang harus disertakan file header iomanip.h .
Bentuk penulisannya :
setw(int n);
n = merupakan nilai lebar tampilan data, integer.
Contoh-13
// Penggunaan Manipulator setw()
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int a;
clrscr( );
cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n";
cout<<"-------------------------------"<<"\n";
for(a=1;a<=15;a++)
{
cout<<setw(a)<<a<<endl;
}
cout<<"-------------------------------"<<"\n";
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-13 diatas adalah:
Gambar 2.13. Hasil Contoh-13
g. setfill()
setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). File header yang harus disertakan file header iomanip.h .
Bentuk penulisannya :
setfill(charakter);
Contoh-14
// penggunaan setfill dan setw( )
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int a;
clrscr( );
cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n";
cout<<"-------------------------------"<<"\n";
for(a=1;a<=15;a++)
{
cout<<setfill('-');
cout<<setw(a)<<a<<endl;
}
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah:
Gambar 2.14. Hasil Contoh-14
h. setiosflags( )
Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data.. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ), file header yang harus disertakan file header iomanip.h .
Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ), antara lain.
1. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan
Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan, pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ).
- ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri
- ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan
Contoh-15
//tanda format ios::left dan ios::right
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int a = 75, b = 56;
clrscr( );
cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n";
cout<<"Rata Sebelah Kiri = ";
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a;
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b;
cout<<endl;
cout<<"Rata Sebelah Kanan = ";
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a;
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b;
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah:
Gambar 2.15. Hasil Contoh-15
2. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi
Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi, yaitu:
- ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial.
- ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal.
Contoh-16
//tanda format ios::scientific dan ios::fixed
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
clrscr( );
cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n";
cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75.45 adalah ";
cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75.45<<endl;
cout<<"Hasil ios::fixed dari 56.65 adalah "; cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56.65;
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-16 diatas adalah:
Gambar 2.16. Hasil Contoh-16
3. Tanda Format Konversi Dec, Oct dan Hex
Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal, Octal dan Hexadecimal, yaitu:
- ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal.
- ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal.
- ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal.
Contoh-17
//tanda format ios::dec, ios::oct, ios::hex
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
clrscr( );
cout<<"\n\n";
cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ";
cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl;
cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ";
cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl;
cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = "
cout<<setiosflags(ios::hex)<<15;
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-17 diatas adalah:
Gambar 2.17. Hasil Contoh-17
4. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal
Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format:
ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal.
Contoh-18
//tanda format ios::uppercase
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int a;
clrscr( );
cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n";
cout<<"-------------------------\n";
cout<<"Tanpa Dengan \n";
cout<<"Konversi Konversi \n";
cout<<"-------------------------\n";
for (a=1; a<=15; a++)
cout<<hex<<a<<endl;
for (a=1; a<=15; a++)
{
gotoxy(15,a+5);
cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl;
}
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-18 diatas adalah:
Gambar 2.18 Hasil Contoh-18
5. Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal
Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format:
ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal.
Contoh-19
//tanda format ios::showbase
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int a;
clrscr( );
cout<<"Penggunaan ios::showbase\n";
cout<<"----------------------------\n";
cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n";
cout<<"----------------------------\n";
cout<<setiosflags(ios::showbase);
for (a=1; a<=15; a++)
{
gotoxy(4,a+5);
cout<<dec<<a<<endl;
}
for (a=1; a<=15; a++)
{
gotoxy(15,a+5);
cout<<hex<<a<<endl;
}
for (a=1; a<=15; a++)
{
gotoxy(25,a+5);
cout<<oct<<a<<endl;
}
cout<<"----------------------------\n";
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-19 diatas adalah:
Gambar 2.19. Hasil Contoh-19
6. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal
Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format:
ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double.
Contoh-20
//tanda format ios::showpoint
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main()
{
double a = 78;
clrscr( );
//-> tanpa tanda format ios::showpoint
cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl;
cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n";
//-> dengan tanda format ios::showpoint
cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl;
cout<<setiosflags(ios::showpoint);
cout<<"Variabel a = "<<a<<endl;
getche( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-20 diatas adalah:
Gambar 2.20. Hasil Contoh-20
7. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + )
Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format:
ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif.
Contoh-21
//tanda format ios::showpos
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
main( )
{
int a = 8, b = -9;
clrscr( );
cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n";
cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl;
cout<<"\n\n";
cout<<setiosflags(ios::showpos);
cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n";
cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl;
getche();
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-21 diatas adalah:
Gambar 2.21. Hasil Contoh-21
2.5. Perintah Masukan
Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++, diantaranya adalah:
scanf( )
gets( )
cout( )
getch( )
getche( )
2.5.1. scanf( )
Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah:
simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju.
Tabel 2.7. Penentu Format scanf( )
Contoh-22
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
char nama[15],kelas[20],hobby[15];
clrscr( );
printf("\tBIODATA SAYA\n");
printf("Nama : ");scanf("%s",&nama);
printf("Kelas: ");scanf("%s",&kelas);
printf("Hobby: ");scanf("%s",&hobby);
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-22 diatas adalah:
Gambar 2. 22 Hasil Contoh 22
2.5.2. gets( )
Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah:
Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah:
Tabel 2.8. Perbedaan scanf( ) dengan gets( )
Contoh-23
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
main( )
{
char nm1[20];
char nm2[20];
clrscr( );
puts("Masukan nama ke - 1 = ");
gets(nm1);
printf("Masukan nama ke - 2 = ");
scanf("%s",&nm2);
printf("\n\n");
puts("Senang Berkenalan Dengan Anda ..");
puts(nm1);
printf("Senang Berkenalan Dengan Anda ..%s", nm1);
printf("\n\n");
puts("Senang Berkenalan Dengan Anda ..");
puts(nm2);
printf("Senang Berkenalan Dengan Anda ..%s", nm2);
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-23 diatas adalah:
Gambar 2. 12 Hasil Contoh 23
2.5.3. cin
Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. Untuk menggunakan fungsi cin ini, harus menyertakan file header iostream.h .
Contoh-24
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main( )
{
int nilai1,nilai2, total;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai 1 : ";
cin>>nilai1;
cout<<"Masukan Nilai 2 : ";
cin>>nilai2;
total=nilai1+nilai2;
cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:
Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24
2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.
Contoh-25
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
main( )
{
char kar;
clrscr( );
printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = ");
kar = getch( );
printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar);
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:
Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25
2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.
Contoh-26
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
main( )
{
char kar;
clrscr( );
printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = ");
kar = getche( );
printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar);
getch ( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:
Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26



































